Posted by Admin Humas | 2026-01-06 07:18:26 | 2 kali dibaca
Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Kementerian Agama memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu, 3 Januari 2025, bertempat di Lapangan Alun-alun Parigi. Bupati Pangandaran Hj Citra Pitriyami bertindak sebagai Inspektur Upacara, diikuti oleh jajaran Forkopimda, ASN Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta peserta upacara lintas elemen.
Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema tersebut menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan. Kerukunan dipahami sebagai sinergi produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan bangsa.
Dalam amanatnya, Bupati Pangandaran membacakan pidato mentri agama RI menyampaikan bahwa delapan puluh tahun perjalanan Kementerian Agama menegaskan peran strategisnya sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Seiring perkembangan zaman, peran tersebut semakin luas dan krusial, meliputi peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, perawatan kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
“Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama telah bekerja keras membangun fondasi Kemenag Berdampak. Semangat ini bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan langsung oleh umat,” ujar Bupati. Salah satu capaian penting adalah transformasi digital secara masif, yang menghadirkan layanan keagamaan menjadi lebih dekat, transparan, dan cepat bagi masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan, penguatan ekonomi umat terus dilakukan melalui ribuan pesantren serta pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma/kolekte, dana punia, dana paramita, dan dana kebajikan. Program-program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian masyarakat secara umum.
Di bidang pendidikan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan. Inovasi kurikulum serta penguatan sarana dan prasarana telah menempatkan institusi pendidikan di bawah Kementerian Agama sejajar dengan standar pendidikan lainnya, bahkan pada beberapa aspek mampu melampauinya. Selain itu, melalui Program Desa Sadar Kerukunan, nilai-nilai toleransi dan harmoni tidak lagi berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Seluruh rangkaian ikhtiar tersebut menegaskan satu komitmen utama, bahwa setiap langkah dan kebijakan Kementerian Agama harus menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan semata-mata urusan administratif dan birokrasi. Dengan kerukunan yang disinergikan secara produktif, Indonesia diharapkan terus tumbuh sebagai bangsa yang damai, maju, dan berdaya saing.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran